
Dunia modern sering kali memisahkan antara kehidupan batin dengan realitas sosial di lapangan. Spiritualitas sering dianggap hanya sebagai urusan pribadi di tempat ibadah, sementara urusan sosial dianggap sebagai persoalan teknis semata. Buku ini hadir untuk meruntuhkan batasan tersebut. Melalui judul Spiritualitas dan Praksis Sosial, karya ini menegaskan bahwa kekuatan iman yang sejati justru teruji saat berubah menjadi aksi nyata yang menyentuh persoalan kemanusiaan.
Menciptakan Harmoni Sosial adalah wujud nyata dari kesalehan yang berdampak luas bagi orang lain. Kesalehan seseorang tidak lagi diukur dari rutinitas ritual semata, tetapi dari sejauh mana kehadiran individu tersebut membawa kedamaian di tengah masyarakat. Selain itu, saat menghadapi tantangan hidup yang berat, buku ini menawarkan tentang Resiliensi Spiritual sebagai tumpuan batin. Ini merupakan daya lentur hati yang memungkinkan seseorang untuk tetap tegak dan bangkit dari penderitaan tanpa kehilangan harapan. Ketangguhan tersebut menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas emosional di tengah dinamika sosial yang tidak menentu.
Kekuatan buku ini terletak pada kemampuannya menyajikan teori ilmiah ke dalam bahasa yang memiliki denyut. Penulis tidak hanya bicara soal konsep, tetapi menyuguhkan inspirasi yang dapat langsung dipraktikkan. Buku ini menjadi sangat relevan bagi mahasiswa, praktisi sosial, profesional, maupun masyarakat umum yang merindukan keseimbangan antara ketenangan jiwa dan kemajuan sosial.
