
Di tengah arus zaman yang sering mempertentangkan akal dan iman, buku Intelektualitas dan Keimanan hadir sebagai jembatan dialog yang mendalam dan bernas. Buku ini merupakan kumpulan artikel ilmiah yang secara sistematis membahas hubungan antara rasionalitas, tradisi keilmuan, dan keyakinan religius dalam berbagai perspektif. Ia tidak berdiri di satu kutub, tetapi membuka ruang refleksi yang luas bagi pembaca yang ingin memahami keduanya secara utuh.
Melalui pendekatan akademik yang kuat, setiap tulisan dalam buku ini dibangun di atas kajian literatur, argumentasi kritis, dan analisis konseptual yang matang. Pembahasan mencakup dinamika sejarah hubungan sains dan agama, fondasi epistemologis dalam tradisi intelektual Islam, serta tantangan pemikiran modern terhadap keimanan. Semua disajikan dengan bahasa yang ilmiah namun tetap komunikatif.
Buku ini juga menyoroti bahwa intelektualitas bukan sekadar aktivitas berpikir, melainkan proses pencarian makna yang mendalam. Akal diposisikan sebagai instrumen untuk membaca realitas, sementara iman menjadi cahaya yang memberi arah. Keduanya tidak saling meniadakan, melainkan berpotensi saling menyempurnakan dalam perjalanan manusia memahami keberadaan.
Dalam konteks kontemporer, ketika sains berkembang pesat dan pertanyaan-pertanyaan filosofis semakin kompleks, buku ini menjadi relevan dan mendesak. Ia mengajak pembaca untuk tidak terjebak pada dikotomi dangkal antara “ilmiah” dan “religius”, tetapi melihat kemungkinan integrasi yang konstruktif dan produktif.
Intelektualitas dan Keimanan sangat cocok bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan pembaca umum yang memiliki ketertarikan pada isu-isu filsafat ilmu, teologi, dan pemikiran Islam. Buku ini dapat menjadi referensi diskusi, bahan kajian, sekaligus pemantik refleksi pribadi.
Lebih dari sekadar kumpulan artikel, buku ini adalah undangan untuk berpikir lebih dalam dan beriman dengan lebih sadar. Sebuah bacaan yang menantang nalar, menguatkan keyakinan, dan memperkaya horizon intelektual pembacanya.
